Kamis, 12 Juni 2025

Hanya Ketikan Yang Lewat

 

 

Aku mencoba bertekad sebelum ke sini

Jangan terlalu pikirkan apa yang terjadi

Kau bukan peramal dan juga bukan Tuhan

Satu pertanyaan yang muncul seketika

Apakah aku mengenal diriku sendiri?

Bagaimana kalau aku coba fokus ke diri ku saja?

Tanpa mempertimbangkan atau menebak isi pikiran sekitarku

 

Kalau aku menebak isi hati tumbuhan, apakah masalah?

Mereka tidak pandai berkata, padahal mereka sama dengan manusia

Butuh nutrisi, butuh tempat tinggal, butuh perawatan

Entah kenapa manusia itu ego nya sebesar yang besarnya mengalahkan luasnya langit?

Mengapa yang dipikirkan hanyalah keuntungan ?

Apa karena hasil menghianati mimpi-mimpi atau harapan nya ?

Aku juga tidak tahu.

 


Sabtu, 15 Februari 2025

Untitled IV

 

Aku dan dia punya satu rasa

Yang berbeda adalah cara kami menunjukkan rasa itu

Manusia memiliki ragam cara untuk menyayangi

Bagaimana kita tahu rasa itu tersampaikan?

Menurutku itu tugas sang hati untuk merasakannya

 

Satu hal yang kutahu, jika ada rasa itu tumbuh dengannya

aku tidak tenggelam dalam arus tanda tanya

Dia datang tanpa menyampaikan apapun itu cukup menjawab.

Kini aku tahu, menyayangi tidak harus dari kata

bukan aku bodoh, tetapi percaya dengan hati

bukan delusial, tetapi aku tahu tentangnya

 

Selama aku masih menyayanginya

Benih-benih yang ditanamnya masih segar dan tumbuh

Mungkin yang membuat itu gugur

jika aku sudah lelah untuk menyelamatkan diri

dari gelapnya ombak dan tanpa kehadirannya

yang membuktikan bahwa dia masih menyayangiku

Kamis, 24 Oktober 2024

Untitled III

 



Saat itu tercipta sebuah percakapan di antara kita,

Akulah sang pencipta percakapan itu.

Beranjak dari itu, kau tunjukkan keberanian diri

Sebuah keberanian untuk menunjukkan rasa

Itu sudah tampak dari mu, hanya saja aku mengabaikannya

Banyak hal yang membuat itu menjadi buta bagiku

Sangat memengaruhi pikiran dan tindakan

Senang bersamamu saja butuh ijin berapa kali dengan pikiranku

 

Suatu waktu aku buat suatu kesalahan

Mungkin itu bisa disebut fatal

Mengatakan maaf bagiku sudah tidak berarti

Mengungkapkan perasaan di ujung tanduknya waktu

Dia senang hanya saja raganya kacau

Bagai benang yang rapi diacak oleh waktu sehingga berantakan

Aku paham hal itu membuat kita canggung

Hanya saja aku ingin mengungkapkannya

Menyimpan rasa itu sangat mengganggu ku

Namun akhirnya, konsekuensi pun aku terima

Hanya maaf yang bisa terlontarkan dari ku

 

Aku bertaruh harapan kepada waktu

Kuasanya lebih kuat , semesta kendalinya

Memulihkan aku dengannya

Dengan harap bisa menaruh wajah saling berhadapan

Ditambah senyum sapa kami .


Jumat, 20 September 2024

Untitled II

 




Dunia mungkin tidak ada 
jika peran keseimbangan tidak berjalan
Ibaratnya api ada, maka air tercipta untuk memadamkannya 
Ibaratnya musim panas hadir ditenangi oleh musim hujan 
Apa aku bisa menyebutnya itu sudah hukum alam ini ?

Begitu juga dengan jiwa yang hidup di dunia ini
terkhususnya kita, raga yang bekerja dan beristirahat
Manusia, diciptakan untuk hidup dengan sesama
Dengan berbagai sifat yang ada dihidupi untuk saling melengkapi
Bagaimana jika manusia itu sama semua di dunia ini ?
Sudah aku kata, dunia tidak bakal ada.

Apakah aku bisa menemukan ketenanganku ?
Ketenangan dalam bentuk raga yang sama denganku ?
Tidak ada yang bisa menjawab rasa penasaranku itu.

Mungkin sekarang yang bisa tenangkan ini adalah diriku
Mungkin dengan memandang langit biru, langit ungu, atau berbagai warna
Mungkin dengan memandang tenangnya laut 
Mungkin dengan menutup mata
Mungkin dengan jauh dari kerumunan
Itulah cara menenangkan jika itu dari diriku sendiri

Satu makhluk yang mengalihkan perhatianku, Dandelion
Dia kecil dan hidup sendiri, tetapi mengesankan hati, mengapa?
Penampilannya yang sederhana dan indah
Diterbangkan angin dan hanya ikut ke mana arah angin itu berhenti
Iya sederhana, mungkin hanya dandelion yang bisa menyanggupi hal itu.



Kamis, 20 Juni 2024

untitled

 



Seiring berjalannya waktu,

aku masih mencari makna sebenarnya dalam mencintai, mencintai seseorang.

Banyak tuntutan, kata-kata yang terdengar,

aku tahu itu merupakan maksud yang baik,

sering terdengar nya kata-kata itu, membuatku ragu

dan mulai merasa kehilangan intuisi dalam cinta.


Nyatanya, aku hanya mendengar kata-kata itu,

percaya dengan pikiran dan hati yang ada dalam ku.

Aku, kau, bisa bersama 

selama waktu kita habiskan bersama

dibumbui dengan rasa percaya dari dua insan,

aku yakin dunia akan menerima kita.


Sulit ? 

mencapai kebahagiaan butuh lika liku untuk meraih nya.

Layaknya menikmati keindahan yang tersembunyi di dunia ini,

mencari cara untuk mendapatkannya dan mengindahkannya.

Aku, kau bisa bersama

walau dengan tangis dan diselangi tawa 

Aku, kau bisa bersama

(harapan)

Senin, 06 November 2023

Last Part : Duduk di titik nyaman sofa

 


picture from : pinterest

Bittersht

Tangis tanpa alasan

bukan tanpa, hanya saja tak terdefinisikan.

Bahkan dijelaskan juga mereka tidak mengerti,

layaknya gumpalan benang yang kusut

aku disuruh merapikannya,

entah mana titik ujung mulanya

gitu juga ujung akhirnya aku pun tidak tahu.


Apa karena sudah hilang rasa

semua ini jadi tampak rumit tertumpahkan.

Jelas ini bukan salah ku sepenuhnya,

bukan maksud menghakimi hanya menekankan.


Siapa yang bisa meramal alur menuju ke depan

sudah risiko kepada diri jika akhirnya tidak sesuai harapan indahnya.

Pada akhirnya pun kita terpaksa merelakan,

kembali lagi ke diri sendiri, kembali untuk melepaskan tentang perasaan.

Kembali lagi memerdekakan diri.

Minggu, 08 Oktober 2023

Part 3 : Leave My Heart Behind


 



'Apa yang kau rayakan?' kata mereka.

Banyak, termasuk masa lalu ku juga dirayakan.

Sudah sejauh ini aku melangkahkan diri dari masa itu,

semua itu berkat dari alur logis nya sang otak.

'Menghadap ke depan, jangan sampai berpaling', ku tekankan lagi.

'Hatiku telah terkubur untuk Sang Masa Lalu itu'


Kini juga kurayakan. Memeluk kesendirian ku.

Kembali lagi membenahi diri demi terwujudnya impian ku.

Kutipan untuk masa lalu ku,

Maaf atas segala asa yang ingin kita raih tetapi berakhir pupus,

terima kasih atas rasa cinta mu yang pernah memeluk cinta ku.


-salam.

Hanya Ketikan Yang Lewat

    Aku mencoba bertekad sebelum ke sini Jangan terlalu pikirkan apa yang terjadi Kau bukan peramal dan juga bukan Tuhan Satu pertan...