Saat itu tercipta sebuah percakapan di antara kita,
Akulah sang pencipta percakapan itu.
Beranjak dari itu, kau tunjukkan keberanian diri
Sebuah keberanian untuk menunjukkan rasa
Itu sudah tampak dari mu, hanya saja aku mengabaikannya
Banyak hal yang membuat itu menjadi buta bagiku
Sangat memengaruhi pikiran dan tindakan
Senang bersamamu saja butuh ijin berapa kali dengan pikiranku
Suatu waktu aku buat suatu kesalahan
Mungkin itu bisa disebut fatal
Mengatakan maaf bagiku sudah tidak berarti
Mengungkapkan perasaan di ujung tanduknya waktu
Dia senang hanya saja raganya kacau
Bagai benang yang rapi diacak oleh waktu sehingga berantakan
Aku paham hal itu membuat kita canggung
Hanya saja aku ingin mengungkapkannya
Menyimpan rasa itu sangat mengganggu ku
Namun akhirnya, konsekuensi pun aku terima
Hanya maaf yang bisa terlontarkan dari ku
Aku bertaruh harapan kepada waktu
Kuasanya lebih kuat , semesta kendalinya
Memulihkan aku dengannya
Dengan harap bisa menaruh wajah saling berhadapan
Ditambah senyum sapa kami .
