'Apa yang kau rayakan?' kata mereka.
Banyak, termasuk masa lalu ku juga dirayakan.
Sudah sejauh ini aku melangkahkan diri dari masa itu,
semua itu berkat dari alur logis nya sang otak.
'Menghadap ke depan, jangan sampai berpaling', ku tekankan lagi.
'Hatiku telah terkubur untuk Sang Masa Lalu itu'
Kini juga kurayakan. Memeluk kesendirian ku.
Kembali lagi membenahi diri demi terwujudnya impian ku.
Kutipan untuk masa lalu ku,
Maaf atas segala asa yang ingin kita raih tetapi berakhir pupus,
terima kasih atas rasa cinta mu yang pernah memeluk cinta ku.
-salam.
