picture from : pinterest
Bittersht
Tangis tanpa alasan
bukan tanpa, hanya saja tak terdefinisikan.
Bahkan dijelaskan juga mereka tidak mengerti,
layaknya gumpalan benang yang kusut
aku disuruh merapikannya,
entah mana titik ujung mulanya
gitu juga ujung akhirnya aku pun tidak tahu.
Apa karena sudah hilang rasa
semua ini jadi tampak rumit tertumpahkan.
Jelas ini bukan salah ku sepenuhnya,
bukan maksud menghakimi hanya menekankan.
Siapa yang bisa meramal alur menuju ke depan
sudah risiko kepada diri jika akhirnya tidak sesuai harapan indahnya.
Pada akhirnya pun kita terpaksa merelakan,
kembali lagi ke diri sendiri, kembali untuk melepaskan tentang perasaan.
Kembali lagi memerdekakan diri.
