Kamis, 24 Oktober 2024

Untitled III

 



Saat itu tercipta sebuah percakapan di antara kita,

Akulah sang pencipta percakapan itu.

Beranjak dari itu, kau tunjukkan keberanian diri

Sebuah keberanian untuk menunjukkan rasa

Itu sudah tampak dari mu, hanya saja aku mengabaikannya

Banyak hal yang membuat itu menjadi buta bagiku

Sangat memengaruhi pikiran dan tindakan

Senang bersamamu saja butuh ijin berapa kali dengan pikiranku

 

Suatu waktu aku buat suatu kesalahan

Mungkin itu bisa disebut fatal

Mengatakan maaf bagiku sudah tidak berarti

Mengungkapkan perasaan di ujung tanduknya waktu

Dia senang hanya saja raganya kacau

Bagai benang yang rapi diacak oleh waktu sehingga berantakan

Aku paham hal itu membuat kita canggung

Hanya saja aku ingin mengungkapkannya

Menyimpan rasa itu sangat mengganggu ku

Namun akhirnya, konsekuensi pun aku terima

Hanya maaf yang bisa terlontarkan dari ku

 

Aku bertaruh harapan kepada waktu

Kuasanya lebih kuat , semesta kendalinya

Memulihkan aku dengannya

Dengan harap bisa menaruh wajah saling berhadapan

Ditambah senyum sapa kami .


Jumat, 20 September 2024

Untitled II

 




Dunia mungkin tidak ada 
jika peran keseimbangan tidak berjalan
Ibaratnya api ada, maka air tercipta untuk memadamkannya 
Ibaratnya musim panas hadir ditenangi oleh musim hujan 
Apa aku bisa menyebutnya itu sudah hukum alam ini ?

Begitu juga dengan jiwa yang hidup di dunia ini
terkhususnya kita, raga yang bekerja dan beristirahat
Manusia, diciptakan untuk hidup dengan sesama
Dengan berbagai sifat yang ada dihidupi untuk saling melengkapi
Bagaimana jika manusia itu sama semua di dunia ini ?
Sudah aku kata, dunia tidak bakal ada.

Apakah aku bisa menemukan ketenanganku ?
Ketenangan dalam bentuk raga yang sama denganku ?
Tidak ada yang bisa menjawab rasa penasaranku itu.

Mungkin sekarang yang bisa tenangkan ini adalah diriku
Mungkin dengan memandang langit biru, langit ungu, atau berbagai warna
Mungkin dengan memandang tenangnya laut 
Mungkin dengan menutup mata
Mungkin dengan jauh dari kerumunan
Itulah cara menenangkan jika itu dari diriku sendiri

Satu makhluk yang mengalihkan perhatianku, Dandelion
Dia kecil dan hidup sendiri, tetapi mengesankan hati, mengapa?
Penampilannya yang sederhana dan indah
Diterbangkan angin dan hanya ikut ke mana arah angin itu berhenti
Iya sederhana, mungkin hanya dandelion yang bisa menyanggupi hal itu.



Kamis, 20 Juni 2024

untitled

 



Seiring berjalannya waktu,

aku masih mencari makna sebenarnya dalam mencintai, mencintai seseorang.

Banyak tuntutan, kata-kata yang terdengar,

aku tahu itu merupakan maksud yang baik,

sering terdengar nya kata-kata itu, membuatku ragu

dan mulai merasa kehilangan intuisi dalam cinta.


Nyatanya, aku hanya mendengar kata-kata itu,

percaya dengan pikiran dan hati yang ada dalam ku.

Aku, kau, bisa bersama 

selama waktu kita habiskan bersama

dibumbui dengan rasa percaya dari dua insan,

aku yakin dunia akan menerima kita.


Sulit ? 

mencapai kebahagiaan butuh lika liku untuk meraih nya.

Layaknya menikmati keindahan yang tersembunyi di dunia ini,

mencari cara untuk mendapatkannya dan mengindahkannya.

Aku, kau bisa bersama

walau dengan tangis dan diselangi tawa 

Aku, kau bisa bersama

(harapan)

Hanya Ketikan Yang Lewat

    Aku mencoba bertekad sebelum ke sini Jangan terlalu pikirkan apa yang terjadi Kau bukan peramal dan juga bukan Tuhan Satu pertan...